Ruwatan

ruwatanRuwatan, berasal dari kata Ruwat, dalam bahasa Jawa Ruwat berarti lebur atau dalam bahasa indonesia diartikan dengan membuang. Pengertian dari Ruwatan itu sendiri adalah cara untuk melepaskan dari energi negative, dalam bahasa Jawa disebut Sengkala. Hingga kini Ruwatan masih dipergunakan orang Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak sial dalam hidupnya.

Asal-usul Ruwatan tidak lepas dari mitologi budaya Jawa mengenai hal-hal spiritual. Ruwatan sendiri sangat berkaitan erat dengan keberadaan Bhatara Kala, adik dari Bhatara Guru yang mempunyai sifat selalu mengganggu manusia. Orang yang diganggu Bhatara Kala pasti akan mendapatkan sengkala (nasib sial) dalam hidupnya.

Apa saja yang menyebabkan orang terkena Sengkala?

  1. Sengkala seperti berbuat kesalahan mesti tidak disengaja seperti : memecahkan gandhik, alat pembuat jamu; menjatuhkan dandang (tempat untuk menanak nasi) waktu sedang masak nasi.
  2. Sengkala karena dalam hidupnya terkena banyak musibah, sial, penyakit dan sering diancam bahaya.
  3. Sengkala karena kelahiran. Sengkala jenis ini adalah anak-anak yang sangat dicintai oleh orang tuanya. Keselamatan dan kebahagiaan mereka selalu dipikirkan oleh orang tua.

Berikut anak-anak yang menjadi kegemaran Bhatara Kala:

  1. Kendhono Kendhini, dua anak pertama laki-laki, lalu dua anak selanjutnya perempuan.
  2. Pendawa, lima anak semuanya lelaki. Sedangkan Pandawa Pancala Putri adalah lima orang anak semuanya perempuan.
  3. Ontang-anting adalah anak tungga berjenis kelamin laki-laki.
  4. Gendhana-gendhini, satu anak laki-laki mempunyai adik perempuan.
  5. Uger-uger Lawang adalah dua anak laki-laki, Kembar Sepasang adalah dua anak perempuan.
  6. Kembar, dua anak laki-laki atau perempuan yang lahir bersamaan.
  7. Gotong Mayit, tiga anak perempuan semua.
  8. Cukil Dulit, tiga anak laki-laki semua.
  9. Serimpi, empat anak perempuan semua, Serambah adalah empat anak laki-laki semua.
  10. Sendang Kapit Pancuran, tiga anak dengan dua laki-laki dan satu orang perempuan ditengah.
  11. Pancuran Kapit Sendang, tiga anak dengan dua perempuan dan satu laki-laki ditengah.
  12. Sumala, anak yang cacat sejak lahir.
  13. Wungle, anak yang lahir dalam keadaan kebule-bulean atau tanpa pigmen kulit.
  14. Margana, anak yang lahir saat ibunya dalam perjalanan.
  15. Wahana, anak yang lahir saat ibunya dalam keadaan berpesta.
  16. Wuyungan, anak yang lahir dalam situasi yang gawat, misalnya peperangan atau bencana alam.
  17. Julung Sungsang, anak yang lahir pada waktu matahari terbenam.
  18. Julung Sarab, anak yang lahir pada waktu matahari terbenam.
  19. Julung Caplok, anak yang lahir pada waktu senja hari.
  20. Julung Kembang, anak yang dilahirkan pada saat fajar menyingsing.

Setiap orang yang terkena Bhatara Kala terhadap dirinya maka tanda-tanda yang langsung dirasakan oleh orang yang bersangkutan adalah sulit mendapatkan rezeki, kerja selalu salah, berdagang terasa sulit, sulit jodoh, rumah tangga selalu ricuh, sakit-sakitan, babanyak kesialan, selalu murung dan masih banyak lagi sengkala lainya.

Akan tetapi tidak perlu khawatir, karena segala sesuatu yang Allah ciptakan pasti ada hikmahNya. Salah satunya dengan meruwat diri anda apabila anda merasa mengalami gangguan seperti yang diuraikan diatas. www.ruwatan.com

Facebook Comments