Ritual Penjamasan Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga

penjamasan pusaka sunan kalijaga

Tanah Jawa memiliki banyak tradisi dan budaya yang sangat unik dan menarik. Semua tradisi dan budaya yang sudah melekat di Tanah Jawa memiliki nilai-nilai kehidupan yang sangat baik untuk dilestarikan. Salah satu tradisi yang menarik di tanah Jawa yaitu penjamasan. Merupakan ritual penyucian pusaka milik nenek moyang. Proses penyucian pusaka tersebut menggunakan minyak jamas, sehingga disebut dengan ritual penjamasan.  

Minyak jamas itu sendiri merupakan campuran beberapa minyak alami dan bunga, seperti minyak cendana, minyak melati, minyak khusus hasil olahan kerabat Sunan Kalijaga, serta bunga kenanga dan kantil. Minyak jamas hasil olahan kerabat Sunan Kalijaga tersebut dipercaya masyarakat akan membawa berkah tersendiri. Setiap  komponen tersebut harus diambil pada Selasa Kliwon. Di hari pasaran tersebut dipercaya memiliki keberkahan sendiri. 

Salah satu tradisi penjamasan yang masih dilakukan hingga sekarang yaitu ritual penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga. Seorang wali yang telah menyebarkan ajaran Agama Islam di daerah Demak dan sekitarnya. Di Demak, ada dua pusaka yang akan disucikan, yaitu Pusaka Kyai Carubuk dan Pusaka Kotang Ontokusumo. Semua pusaka tersebut merupakan peninggalan Sunan Kalijaga.

Proses penjamasan ini dilakukan secara sakral untuk menjaga tradisi dan budaya secara turun temurun. Proses ritual ini dimulai dengan memejamkan mata sesuai dengan sabda Sunan Kalijaga “Sing dipo wae wani ngulingani dapor  iwah tangguhe, yen nganti surup mesti ngeno popo tanpo netro”. Artinya, barang siapa yang berani melanggar, melihat wujud pusaka, maka matanya akan buta.

Oleh karena itu, pada saat mencuci dua pusaka peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, seluruh tim  penjamas harus tutup mata dan dilarang melihat wujud pusaka tersebut. Tim penjamas hanya diperbolehkan merendam tangannya dalam wadah minyak jamas saja. Kemudian melumasi kedua pusaka tersebut menggunakan minyak jamas yang sudah diracik sebelumnya.

Prosesi penjamasan ini hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu. Tim penjamasan hanya berjumlah tujuh orang. Semua tim harus menjalankan puasa terlebih dahulu sebelum melakukan ritual yang bertujuan untuk membersihkan diri dari hal negatif. Karena proses penjamasan dilakukan dengan kondisi hati yang bersih dan tidak disertai hawa nafsu.

Baca juga : Makna Penjamasan Benda Pusaka Disaat Bulan Suro

Facebook Comments