Salah Menggunakan Batu Mani Gajah Bisa Mendatangkan Kesialan

Informasi cara menggunakan batu mani gajah memang sudah tersebar luas. Banyak diantara mereka yang menawarkan cara mudah, cara sederhana dan cara ringkas dalam menggunakannya. Dalam dunia supranatural, cara menggunakan sebuah benda bertuah untuk pertama kalinya disebut dengan aktivasi.

Para pakar supranatural membagikan berbagai macam cara aktivasi. Mulai dari yang sederhana hingga agak rumit. Cara agak rumit yang ditawarkan biasanya Anda diminta untuk melakukan puasa mutih yang dibarengi dengan tirakat nglowong. Dan, selama melakukan puasa itu Anda diminta untuk membaca wirid.

Tentu saja, wirid ini dalam bentuk bahasa arab atau kumpulan huruf hijaiyah. Hal ini membuat mereka yang tidak tergolong muslim merasa kesusahan apabila ingin memanfaatkan batu mani gajah.

Oleh karena itulah, salah seorang pakar supranatural di Indonesia kemudian memberikan kemudahan bagi pelanggan yang non muslim. Yakni, dengan menyempurnakan ritual dalam melakukan pengisian ke dalam benda bertuah tersebut. Melalui penyempurnaan inilah, pelanggan bisa melakukan aktivasi secara sederhana.

Nah, cara aktivasi sederhana ini biasanya hanya menggunakan garam aktivasi yang dicampurkan dalam minuman atau dalam bak mandi untuk kemudian dimanfaatkan ketika mandi.

Sehingga, mereka yang non muslim dalam menggunakan batu mani gajah atau benda bertuah lainnya tidak perlu membaca wirid atau berpuasa terlebih dahulu.

Inilah alasan kenapa Anda temukan batu mani gajah dengan harga yang mahal. Sebenarnya tidak mahal apabila dibandingkan dengan ritual yang dilakukan oleh para pakar supranatural. Karena ritual pengisian membutuhkan waktu beberapa minggu, bahkan kadang dalam hitungan bulan.

Tirakat yang dilakukan pun tidak mudah. Pernah kami mengikuti salah seorang pakar supranatural yang tergabung dalam Asosiasi Supranatural Indonesia yang melakukan ritual untuk mengisi batu mani gajah. Beliau melakukan puasa layaknya puasa di bulan ramadhan selama 2 minggu penuh secara berturut-turut. Apabila tidak dilakukan secara berturut-turut, maka beliau harus memulainya dari awal lagi.

Tidak hanya itu, selama melakukan puasa biasanya beliau tidak keluar rumah dan tidak mau ditemui oleh orang lain, kecuali mereka yang benar-benar dekat dengan beliau, seperti keluarga dekat, orang tua dan kerabat dekat.

Dan, selama 2 minggu berpuasa pun beliau memperbanyak amalan baik, seperti membaca Al Qur’an serta memaknainya. Puasa hanya bersifat sebagai wudhu atau membersihkan diri sebelum melakukan ritual pada hari H, yakni pengisian.

Tidak ada sesaji, tidak ada menyan dan tidak ada khodam atau prewangan. Mereka murni meminta hal-hal baik dari Yang Terbaik. Alias dari sumbernya langsung, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.

Beliau hanya menyiapkan batu mani gajah dan segelas air putih. Seperti yang sering Anda lihat di film, pakar supranatural akan membacakan doanya untuk kemudian ditiupkan dalam air dan batu mani gajah. Proses ini disebut dengan pengisian atau transfer energi.

cara menggunakan batu mani gajah

Anda tidak perlu khawatir, selama digunakan untuk kebaikan, maka energi yang dimasukkan ke dalam sarana tidak akan mati.

Oleh karena ritual yang dilakukan memang membutuhkan waktu yang lama dan konsentrasi yang penuh, maka si pemakai haruslah menggunakan batu mani gajah sebaik mungkin.

Ya, cara menggunakan batu mani gajah yang salah bisa mendatangkan kesialan. Salah disini berarti Anda meniatkan sesuatu yang tidak baik. Jadi, berhati-hatilah dalam memanfaatkan benda bertuah.

Karena pemakaian yang tidak tepat bisa menimbulkan kerugian di masa depan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk orang lain yang ada di dekat Anda.

Sekali lagi ingat! Cara menggunakan batu mani gajah yang tepat adalah meniatkannya untuk kebaikan. Karena ia bermanfaat untuk menggerakan hati orang lain sesuai dengan kehendak Anda, maka jangan main-main dan manfaatkanlah untuk banyak orang. Misalnya, Anda memanfaatkan batu mani gajah sebagai sarana pelarisan. Apabila toko Anda menjadi ramai dan mendatangkan banyak keuntungan, maka tetaplah rendah hati, mensyukurinya sebagai nikmat dan karunia Tuhan serta perbanyaklah beramal.

Yang Paling Banyak Dicari: